IPAL Laboratorium Demi Keselamatan Lingkungan
Laboratorium sejak dulu menjadi tempat penghasil berbagai macam limbah di dunia. Apalagi jika dihitung jumlah limbah dari aktivitas dalam laboratorium selama setahun dapat mencapai 1 ton. Hal inilah yang menjadi kecemasan dunia karena limbah sangat berbahaya. Limbah dapat ditanggulangi melalui IPAL Laboratorium.
Instalasi pengolahan air limbah mampu menampung dan mengolah ratusan kubik limbah setiap hari. Lingkungan dan makhluk hidup sekitar laboratorium kimia pun terhindar dari ancaman kepunahan. Sebelum dilakukan pembuangan, petugas laboratorium akan mengukur kesesuaian konsentrasi limbah kimi dengan standar baku mutu yang ditetapkans pemerintah.
Sehingga semua limbah yang telah diolah melalui sistem IPAL terjamin lebih ramah lingkungan. Zat-zat yang diuraikan juga sangat komplit seperti zat kimia, biologi, dan volume air.
Pengertian dan Desain IPAL
Kini nama IPAL bertambah populer ditengah masyarakat. Terlebih lagi pemerintah mengharuskan beberapa sektor untuk membangun IPAL Komunal. Contohnya sektor industri, pabrik, laboratorium, rumah sakit, perumahan, perhotelan, hingga apartemen.
IPAL merupakan instalasi yang dibuat khusus untuk pengolahan air limbah dengan sistem pembuangan konvensional. Efisiensi penggunaan IPAL berasal dari desainnya yang dirancang khusus agar proses pengolahan optimal, seperti berikut.
1. Proses Pre-treatment
Pengolahan tahap awal dilakukan sebelum limbah berbentuk cair masuk ke dalam proses pengolahan utama. Dalam tahap pre-treatment tersebut beban kandungan limbah cair akan direduksi dengan COD dan BOD.
2. Proses Instalasi Pengolahan Air Limbah
Tahapan kedua dinilai lebih komplit, antara lain :
Pre-treatment Dapur/Kitchen.
Screening treatment.
Ekualisasi yang berguna untuk pengendapan awal sebelum limbah masuk kedalam pengolahan utama.
Bak control.
Bio Membran Reaktor (MBR), sistem yang dilengkapi dengan diffuser sehingga dapat mendistribusikan oksigen ke dalam butiran-butiran halus di limbah cair. Oksigen (O2) didistribusikan dan di supply oleh blower.
Klorinasi, untuk proses desinfektan dengan memanfaatkan klorin untuk membunuh bakteri-bakteri tersisa.
Organic Reducing Apparatus (ORA) menjadi unit yang berguna untuk mengurangi resiko pencemaran air sungai dan bakteri E. Colii dalam limbah cair.
Fish pond Untuk menguji kadar polutan yang tersisa dalam efluen.
Panel kontrol adalah seluruh peralatan yang dikendalikan melalui panel kontrol. Pengendalian terintegrasi langsung dengan Membran Bio Reaktor (MBR), sehingga tidak memerlukan ruang panel kontrol.
Bahaya Membuang Limbah Tanpa Pengolahan
Limbah laboratorium dinilai sangat berbahaya dan wajib diproses melalui IPAL agar lebih jinak. Senyatanya pengolahan ini dilakukan untuk mengurai zat kimia dan akhirnya meminimalisir efek samping lingkungan dan makhluk hidup. Bagi laboratorium yang membuang limbahnya sembarangan akan membuat ancaman bahaya berikut ini.
Air limbah laboratorium mengandung bahan-bahan kimia berbahaya dan berpotensi merusak lingkungan. Jadi, ada baiknyalimbah laboratorium diolah terlebih dahulu sebelum pembuangan dilakukan.
Air limbah yang tanpa pengolahan berpotensi besar mencemari kualitas air tanah (pH). Akhirnya air tanah tidak layak digunakan untuk dikonsumsi sehari-hari.
Air limbah laboratorium tanpa diolah menyebabkan keracunan lingkungan dan makhluk hidup. Dampak buruknya bagi umat manusia adalah kerusakan ekosistem jangka panjang.
Jenis-jenis Limbah Laboratorium
Jenis limbah laboratorium juga beragam dan perusakan yang dihasilkan terhadap lingkungan sangat dasyat. Berikut ini jenis-jenis limbah laboratorium yang mengancam bumi.
1. Limbah Cair
Limbah cair, sumbernya dari sisa aktivitas laboratorium yang berbentuk cairan.
Parameter logam yang diukur menggunakan SSA method, contoh Arsenik (As);
Anorganik non Metalik yang diukur dengan Biru Indofenol, contoh Amonia (NH3-N);
Organik Agregat yakni Biological Oxygen Demand (BOD);
Mikroorganisme yakni bakteri E. Coli. Pengukuran konsentrasi menggunakan MPN method;
Air laut diukur melalui SPR-IDA-SSA method, contoh Tembaga (Cu).
2. Limbah Padat
Limbah padat adalah berbentuk padat yang mengandung konsentrasi kimia tinggi. Contoh lumpur dari sisa operasional laboratorium.
3. Limbah Gas
Limbah gas merupakan limbah yang mencemari udara dan membuat lapisan ozon menipis. Kandungan kimia dalam limbah gas antara lain nitrogen oksida, hidrokarbon, sulfur dioksida, ozon, timah, dan karbon monoksida.
Bahaya Limbah B3 Dari Laboratorium
Kementerian Lingkungan Hidup juga mengatakan beberapa laboratorium menjadi tempat penghasil Limbah B3. Limbah jenis ini dinilai paling berbahaya di muka bumi. Anda dapat mengenali ciri-ciri umum dari Limbah B3, antara lain.
Limbah mudah terbakar;
Limbah mudah meledak;
Limbah beracun;
Limbah menjadi penyebab infeksi;
Limbah bersifat korosif;
Limbah mengandung bahan reaktif.
IPAL Laboratorium Kimia
IPAL Laboratorium menjadi rekomendasi terbaik karena menetralisir limbah hingga standar baku mutu dari pemerintah. Adapaun alasan utama IPAL laris digunakan karena memiliki sistem biofilter Biona Plus.
Sistem tersebut dianggap paling cocok untuk menguraikan limbah dengan konsentrasi kimia yang tinggi. Keberadaan reaktor juga membuat pengoperasian dan perawatan IPAL lebih praktis.
Penguraian zat kimia dilakukan oleh bakteri dan mikroorganisme dari dalam air limbah. Proses penguraian polutan sangat sesuai dengan reaktor biofilter An aerob - Aerob yang bekerja menetralisirnya zat-zat berbahaya. Itulah sebabnya sistem IPAL akan mengolah limbah secara maksimal.
Kontraktor IPAL Laboratorium Toya Arta Sejahtera
IPAL Laboratorium hendaknya dikerjakan oleh ahlinya yang memiliki pengalaman. Kini hadirnya Toya Arta Sejahtera membantu semua lapisan masyarakat mengolah limbah. Toya Arta Sejahtera merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa konsultan dan kontraktor IPAL, STP, WTP, WWTP.
Melayani pembuatan IPAL untuk kebutuhan domestik, rumah sakit, industri, hingga hotel dan Supplier Chemical IPAL. Informasi lebih lanjut dipersilahkan untuk mengunjungi website resmi Toya Arta Sejahtera (https://www.toyaartasejahtera.net). Adapun wilayah yang dilayani meliputi Jabodetabek hingga seluruh Indonesia.
Comments
Post a Comment